Rabu, 30 Juli 2025

Yang Pergi Tak Akan Kembali, Berharap Berjumpa Lagi Suatu Hari Nanti

Kehilangan selalu meninggalkan kenangan dan kesedihan. Doa selalu semoga kita akan berjumpa kembali di Surga Firdaus Allah Subhanahu Wa ta'ala

Beberapa waktu lalu saya membaca kembali chat saya dengan beberapa kawan yang sudah tidak ada. Rasa menyesal tentunya ada, menyesal karena di waktu menjelang perginya mereka tidak ada pertemuan yang sempat terjadi, bahkan beberapa obrolan sudah tidak terbalas, setelah diingat-ingat mungkin saat itu kondisi mereka telah memburuk, hanya saya yang tidak mengetahuinya.

Ini mengingatkan kembali kepada kenangan saya saat ibu pergi. Kepergian ibu begitu cepat. Yang aku ingat waktu itu di suatu Rabu pagi di bulan Februari tanggal 11 aku masih mengobrol dengan ibu sambil bersiap-siap berangkat bekerja. Terbersit rasa enggan untuk berangkat bekerja. Namun aku memutuskan untuk tetap berangkat mengingat tumpukan pekerjaan yang menanti. Sambil aku bercermin merapikan rambut, ya waktu itu aku belum berjilbab, ibu masih sempat membantuku merapikan kerah bajuku. Kemudian ibu mengantarku sampai pintu gerbang. Seperti biasa itulah rutinitas ibu kalau aku akan berangkat bekerja dan di rumah sudah tidak ada siapa-siapa. Ya aku yang terakhir berangkar karena waktu kerjaku lebih fliksibel, kecuali jika ada kelas pagi tentunya aku sudah lebih awal berangkat dibanding saudara-saudaraku yang lain. Hari itu aku tidak pulang ke rumah, tapi aku bermalam di kosan karena keesokan harinya, Kamis 12 Feruari aku ada kelas pagi untuk semester pendek. 


Tengah malam HPku berdering, tidak terangkat, ternyata telepon dari adik di rumah, aku belum ada perasaan apa-apa, aku berpikir khawatir di rumah ada yang berkelahi karena di rumah saat itu ada anggota keluarga yang bermasalah yang kerap berkelahi tanpa tahu waktu. Tidak langsung kurespon telepon dari adikku, aku sempat bangun dan ke kamar mandi. Setelahnya muncul lagi telepon, tapi kali ini dari tetangga kami. Aku angkat, suara di sana hanya bilang, " Teh Ibu udah ga ada." 😭😭😭😭

Aku bilang kepada kawan sekamarku lalu dia pesankan taksi blue bird untuk aku pulang. Sepanjang jalan aku menangis sambil bertelepon dengan kawanku di Inggris karena di sana masih cukup sore. Aku tidak merasa perlu membangunkan orang-orang di Jakarta. 

Begitulah ceritanya malam itu. Nanti akan aku lanjutkan lagi cerita ini. Aku jadi sedih mengingatnya kembali. Tapi ini semua akan menjadi pelajaran untukku, pelajaran yang sangat berharga.




Minggu, 20 Juli 2025

Doa yang Selalu Ada

Saya insyaaAllah akan terus berusaha untuk mendoakan kebaikan, keselamatan kita semua, hamba hamba Allah, baik yang sudah beriman kepada-Nya maupun yang belum.
Saya berdoa kepada Allah memohon ampunan, keberkahan, dan kehidupan yang sehat, baik, dan selamat di dunia ini, di dalam kubur, hingga di akhirat, untuk diri saya sendiri, ibu dan ayah saya, adik adik dan kakak saya, ipar ipar saya, leluhur leluhur saya, moyang moyang saya, nenek nenek dan kakek kakek saya, uwak uwak, bibi bibi, dan mamang mamang saya, sepupu sepupu saya, anak anak saya, keponakan keponakan saya, cucu cucu saya, cicit cicit saya, kerabat dan saudara saudara saya, sahabat sahabat saya, teman-teman saya, guru guru saya, murid murid saya, pemimpin pemimpin saya, seluruh muslimin dan Muslimat, mukminin dan mukminat yang masih hidup maupun yang sudah tiada, juga mereka, baik yang saya kenal maupun tidak, yang belum mendapat hidayah Allah agar mendapat hidayah-Nya.

Mudah-mudahan kami yang sudah beriman senantiasa Allah kuatkan iman ihsan Islam kami dan Allah jadikan hamba yang senantiasa bertakwa, melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan hal hal yang dilarang-Nya. Mudah-mudahan Allah pun menjadikan kami buah tutur kata baik bagi orang orang yang datang kemudian. Mudah-mudahan Allah jadikan kami ahli surga Firdaus-Nya tanpa hisab, aamiin yaa Arhamar Rohimin 🤲🏻

Semoga Allah senantiasa mengabulkan doa doa baik yang kita panjangkan dan panjatkan, aamiin yaa Allah yaa Mujiibassa'iliin yaa Robbal'aalamiin 🤲🏻

Sabtu, 12 Juli 2025

Taksi Blue Bird dan Pengendara Motor

Senin, 7 Juli 2025 malam saya pulang sekitar jam 9 kurang. Di tengah hujan yang lumayan deras saya mencoba mencari taksi di depan Hotel Pullman, seberang Plaza Indonesia. Kelihatannya karena hujan sudah turun lama, sekitar 3 jam (ini info yang kudapat dari pengemudi taksi yang akhirnya aku tumpangi) sulit sekali menemukan taksi malam itu. Setelah beberapa waktu saya menunggu tampak datang sebuah taksi kosong dari arah Sarinah dan saya langsung menyetopnya. Biasanya saat seperti itu saya langsung membuka pintu taksi dan mengarahkan pengemudi ke mana tujuan saya, tapi malam itu tidak saya lakukan karena begitu saya hampiri pengemudi sudah membuka jendela pintu depan dan bertanya ke mana arah yang ingin saya tuju. Lalu saya sampaikan arah tujuan saya dan pengemudi minta maaf karena tidak bisa mengambil saya sebagai penumpangnya. Akhirnya saya menunggu lagi, lumayan agak lama, akhirnya dapat taksi yang baru keluar dari Hotel Pullman. Kali ini saya naik, tapi sambil bertanya memastikan apakah bapak pengemudi bersedia mengantar ke arah tujuan saya. Sudah lama sebenarnya saya tidak seperti itu saat naik taksi karena saya pikir semua pengemudi Blue Bird harus bersedia mengantar ke mana pun arah tujuan penumpang.
Lalu saya pun bercerita kepada pengemudi taksi yang saya tumpangi malam itu tentang alasan saya mengapa saya bertanya memastikan dulu. Kemudian pengemudi itu merespon bahwa saya seharusnya bisa mencatat nomor pintu taksi yang menolak saya dan melaporkannya ke kantor pusat Blue Bird. Wah saya tidak berpikir sejauh itu saat ditolak, saya bilang ke pengemudi alhamdulillaah saya sedang tidak buru buru dan suasana hati saya baik baik saja, saya cukup sabar menunggu taksi lain saja. Tapi mungkin kalau saya lagi buru buru, ada juga ya rasa kesal dan ingin mengadukan taksi yang menolak saya hahahaha...

Alhamdulillaah malam itu saya tiba di rumah dengan selamat, hanya sedikit kebasahan saja karena di pinggir jalan beberapa kali kecipratan motor yang menerabas genangan air dan saat itulah sebenarnya hati saya merasa kesal hahahaha. Sambil kecipratan sambil sedikit ngomel dalam hati, marah karena motor motor itu seenaknya mengencangkan motor mereka tanpa peduli ada orang di pinggir jalan yang kecipratan huh.


Rabu, 09 Juli 2025

Ekspresif

Kalau disuruh menilai seberapa ekspresif diri kita mungkin sebagian orang lebih memilih untuk meminta pendapat orang-orang di sekitarnya sebagai bahan jawabannya.

Saya sendiri rasanya akan menjawab bahwa diri saya ekspresif. Semakin bertambah umur saya makin banyak belajar tentang menjadi seseorang yang ekspresif. Namun sepertinya saya masih kewalahan untuk mengontrol ekspresif negatif. Hahahaha.. Sebenarnya itu bergantung banyak hal pastinya, termasuk hormon dan situasi kondisi yang sedang dihadapi.

Saya menilai diri saya sebenarnya adalah seorang yang sabar di dalam merespon suatu yang tidak sesuai dengan harapan saya, namun ada saat tertentu saya bisa menunjukkan ekspresif negatif secara spontan. Contohnya suatu hari saya memesan taksi online, beberapa saat setelah dapat notifikasi bahwa ada taksi tersedia dan sedang mengarah ke tempat saya berada sang pengemudi mengontak saya meminta saya menunggu, padahal jaraknya lumayan jauh, tapi karena diminta menunggu saya tidak membatalkan. Saya lihat di peta taksi sudah semakin mendekat dan saya dengan antusias menunggu di lokasi penjemputan. Eh tiba tiba kok pesanan saya dibatalkan oleh pengemudi tanpa ada obrolan dulu di kolom chat atau melalui telepon. Saat itu terpaksa ekspresif negatif saya muncul, saya langsung menghubungi perusahaan taksi online dan menceritakan keluh kesah saya meminta agar pengemudi diingatkan agar lain waktu tidak seperti itu lagi ke penumpang.

Jadi begitulah sedikit cerita tentang menjadi 'ekspresif'.
Nanti kapan kapan saya lanjut ya dengan cerita lainnya, sekarang saya sudah ngantuk. Haha iya sekarang sudah jam 00:14 di Jakarta, Indonesia. 

Senin, 30 Juni 2025

The Mixed Feelings

I feel disappointed, I feel angry. It's all confusing, but then I feel enough. I learn something in this process. Let us see how long the mixed feelings will linger.

July the first, twenty twenty five. 

Sabtu, 21 Juni 2025

Fokus Ibadah di Tanah Suci (Mekkah dan Madinah) - Reposting Tulisan Lama

Kalian tahu tidak, aku sudah ingiiiiin sekali foto di sekitar ka'bah sejak hari pertama mendaratkan kaki di sana, tapi aku selalu ingat dan diingatkan bahwa pergi ke sana itu harus fokus untuk ibadah, maka aku pun berusaha untuk fokus, tidak bermain main, memanfaatkan waktuku untuk lebih banyak melakukan hal hal penting... Ya ya tentunya sangat disayangkan dong sudah jauh jauh ke sana tidak berusaha maksimal memanfaatkan kesempatan itu, walaupun aku tahu, tak hanya di tanah suci kita harus fokus melakukan yang penting dan meninggalkan yang tidak, bahkan kurang bermanfaat, namun memang ujiannya, godaannya beda. Ya harapannya sih semoga di mana pun kita berada lidah ini tetap semangat berdzikir diiringi amalan terbaik sebagai cerminan dzikir lisan tadi. Jadiiii... Akhirnya baru di hari terakhir, alias hari ke-4 lah aku berani mengambil gambar diri di sekitar ka'bah, itu pun sambil merasa malu karena yang lain sibuk beribadah eh aku sempat sempatnya berfoto, yaaa sambil bismillaah, ya Allah semoga fotoku ini bisa menambah semangat saudara saudaraku yang melihat untuk semakin giat beribadah, berdoa kepadaMu, menabung lebih awal agar Engkau lapangkan rejeki bisa pergi ke rumahMu di Tanah Suci, di waktu lebih cepat di usia mereka yang lebih muda dibanding usiaku sekarang, aamiin yaa Robbal'alamiin 😊😇😇 untuk kalian saudara saudaraku, kupersembahkan fotoku di baitullah. Alhamdulillaah... Allahu akbar!! 

Sungguh Allah Mahabaik

Hari Kamis lalu, 19 Juni 2025 saya ada 3 jadwal kegiatan bentrok. Sehari sebelumnya pusing sekali memikirkannya dan saya sudah pasrah saja kalau akhirnya tidak bisa mengikuti salah satunya karena memang yang lain lebih prioritas.
Kamis, 19 Juni 2025 ternyata Allah jalankan skenario terbaiknya buat saya. Kegiatan yang paling penting berjalan lebih cepat dan akhirnya saya lebih leluasa melakukan dua kegiatan lainnya. Ya Allah, alhamdulillaah. Terima kasih banyak Gusti Allah Tuhanku, Engkau Maha Memberi kejutan. Semoga Engkau terus kuatkan iman ihsan Islamku hingga akhir hayat dan perjalananku selamat selalu dalam penjagaan-Mu. Limpahkan juga hidayah keimanan kepada mereka di luar sana yang belum mendapatkannya karena hanya Engkaulah Yang Maha Memberi hidayah, aamiin yaa Allah yaa Mujiibassa'iliin yaa Robbal'aalamiin.

Jakarta, 22 Juni 2025


Minggu, 17 September 2023

Aku Tahu Kapan Kamu Mati 2 Film

There is this new horror movie at the cinema now, the title is Aku Tahu Kapan Kamu Mati 2 (I Know When You Died the 2nd). Because I have watched this movie twice I want to tell you about it a bit. The movie was opened with the scene at a campus where three students and their lecturers were approach by a guy when they were about to take an elevator. However, finally they were able to make him away. In the story it was told that the guy actually was looking for a help from Naya, the lecturer who was with her students. With a desperate face the guy whose name was Seno was asking Naya to help him whole he was standing in front of the elevator. The scene moved to the class where Naya was teaching and explaining about soma materials related with psychology. At the end of the day the tragic and sad thing happened at campus, Seno who was asking for help from Naya committed suicide. The story went on moving to Naya's hometown, Remetuk Village. For the continuation of the story you better watch it at the cinema. Hehehe... 

Sabtu, 05 November 2022

Hai! Apa kabarnya kamu?

 Seperti kawan yang lama tidak berjumpa, tidak saling menyapa, tidak berkomentar apapun bahkan di dunia maya, ya aku bertanya apa kabarmu yang membaca tulisan ini?

Kalau kamu sedang merasa baik baik saja, bahagia, hidup senang, bersyukurlah yang banyak, jangan lupa doakan semua yang di luar sana yang mungkin tidak seperti dirimu kondisinya. Tapi kalau hidupmu terasa sedang susah, sedang sakit, hati merasa tidak happy, lagi pusing mungkin dengan pekerjaan atau tugas tugas yang menumpuk, tetap bersyukur juga karena di balik kesakitan atau kesusahan itu ada balasan yang Allah janjikan kepadamu, well itu sih yang aku yakini, karena aku yakin Allah itu ada dan Allah bersama kita. Bahkan kita pun ada karena Allah. Selain itu percayalah di luar sana tanpa sepengetahuanmu banyak orang yang juga mendoakan kebaikan untukmu, paling tidak malaikat melakukannya tatkala kita mendoakan siapapun terutama di saat kita berdoa tanpa sepengetahuan mereka.

Baiklah, semoga setelah membaca ini kita semua merasa lebih baik ya. Hidup di dunia ini cuma sementara, jangan terlalu khawatir tentang dunia ini, bersiaplah juga untuk kehidupan setelahnya, yang akan lebih lama bahkan abadi. Teriring doa dariku selalu. -Adelina-

Kamis, 23 September 2021

Tentang Menuliskan Kesedihan di dalam Jurnal

Saya belakangan berpikir dan memutuskan untuk tidak menuliskan hal-hal tidak menyenangkan di dalam jurnal atau diary saya. Saya pikir akan lebih baik jikapun ditulis, setelahnya disobek dan dibuang. Alasan saya memilih melakukan itu karena saya tidak ingin nantinya saya meninggalkan kesedihan atau kesusahan itu sebagai kenangan untuk siapapun yang mungkin nanti masih ada saat saya pergi dan membaca catatan saya. Dulu saya senang menuliskan curahan hati saya di diary yang saya punya. Saat pandemi ini saya membaca-baca lagi catatan-catatan saya di masa lalu dan saya merasa saya salah, seharusnya catatan yang sedih sedih itu tidak perlu disimpan. Akhirnya beberapa halaman diary yang sudah saya baca dan saya pikir isinya tentang kesedihan sudah saya hancurkan. Buat saya meninggalkan catatan kebahagiaan adalah sebuah pilihan baru yang lebih baik untuk dilakukan karena saya ingin orang-orang berbahagia saat membaca isi jurnal atau diary saya. Saya tidak ingin yang membaca penasaran atau bahkan malah ikutan bersedih karena membaca tulisan saya. Jangankan mereka, saya saja yang membacanya lagi bisa bersedih lagi, padahal hal-hal itu telah berlalu dan saya seharusnya sudah moved on. Hmmm... Saya bukan yang sempurna, berulang kali melakukan kesalahan, berulang kali juga merasa sakit hati. Tapi saya berusaha memaafkan dan berharap akan dimaafkan. Saya suka bingung kenapa suka menyimpan rasa kesal di masa lalu dan diungkit untuk membalas rasa kesal orang di masa sekarang. Pilihan untuk tidak berkata atau mengungkapkan di masa lalu semestinya ditinggalkan dan tidak diingat lagi. Saya pun berusaha seperti itu, Saya termasuk yang bisa menyimpan kekesalan dan kemudian melupakan. Alhamdulillaah rasa kesal itu betul betul hilang dan saya melupakan. Tapi ada saatnya juga saat saya kesal saat itu juga mengungkapkan tentunya dengan niat baik agar saya tidak ghosting hahahhaha... Maksud saya, kalau saya kesal dan merasa ada yang perlu diperbaiki dalam kondisi itu saya akan bicara, tidak kesal lalu diam diam kemudian menghilang. Nanti jadi bingunng yang ditinggalkan kan. Rasa kesal itu pun tidak saya rekam pada catatan, khawatir ingat lagi, nanti kesal lagi wkwkkwkwk cape deh ga kelar kelar. Kalau kata seseorang yang kukenal, bukan teman, karena dia ga mau jadi teman saya, mungkin calon teman hihihihii... Kita ini pada akhirnya akan survive masing masing dengan kesibukan kita sendiri sendiri. Oiya, saya juga belajar dan pernah diingatkan "Don't chase people." Nah kalo ini kata teman LOL... 

Jadi mari kita catat di dalam memori dan buku harian kita yang baik baik saja. Kita berusaha semoga Allah meridhoi, aamiin.

Ditulis saat pandemi covid19 entah hari ke berapa, di bulan September tanggal 23 tahun 2021 

Senin, 20 September 2021

Minyak Tawon Ampuh Mengobati Luka Terkena Racun Tomcat

 Teman-teman tahu minyak tawon kan? Wah saya tuh sejak tinggal di rumah susun jadi bersahabat banget sama minyak tawon. Jadi ternyata di rumah susun yang saya tinggali sering muncul tomcat. Teman-teman kalau tidak tahu apa itu tomcat, teman-teman bisa cari di Internet, serangga bernama tomcat. 

Serangga ini penampakan warnanya menarik, ukurannya kecil, bisa terbang tinggi, buktinya dia bisa sampai ke lantai belasan tempat saya tinggal, bahayanya dia memiliki racun yang ganas. 

Jadi saya tuh suka gagal paham itu racun nempel langsung di badan, mungkin dia hinggap saat saya tidur, atau bisa jadi dia hinggap di handuk yang di jemur, atau bahkan baju, lalu racunnya menempel ke saya, tiba-tiba nanti di badan saya sudah luka. 

Awalnya luka itu tidak kelihatan, lama-lama dia perih, kalau kata orang dan dokter mirip luka kalau orang sakit herpes, seperti melepuh terbakar kulit kita akibatnya. 

Belakangan saya sudah mulai bisa mengenali gejala akibat dari terkena racun tomcat ini. Dari awal saya mencoba mengobati luka itu dengan mengoleskan minyak tawon di bagian luka. Alhamdulillaah atas izin Allah ampuh, teman-teman. Minyak tawon ternyata memiliki manfaat mengeringkan luka. 

Alhamdulillaah 2-3 hari luka mulai mengering, lalu kulit yang terluka itu mengelupas. Ya tentu saja akan ada bekas luka, kalau itu harus cari cara lain untuk menghilangkannya. 

Nah jadi kalau teman-teman ada yang terluka, bisa coba pakai minyak tawon, tapi kalau dalam beberapa hari tidak membaik sebaiknya pergi ke dokter ya. Saya dulu sempat konsul ke dokter, kata dokter kalau bisa sembuh pakai minyak tawon, tidak apa pakai minyak tawon saja. 

Ini saya kasih lihat luka saya yang lumayan besar  dan diobati pakai minyak tawon, mulai mengering di hari keempat. 

Luka baru, perih


Hari ke-4 luka mulai kering setelah diberi minyak tawon


Mengunjungi Istana Kerajaan Phnom Penh bersama Kak Andis

Saya tidak ingat persisnya kapan kami ke sini hari dan waktunya, tapi dilihat dari catatan di data foto, it was in February 24, 2012. Hmmmm sepertinya waktu itu kami baru selesai kunjungan ke sekolah di Phnom Penh, lalu kami ke sebuah pasar, namanya Pasar Rusia, setelah dari pasar barulah kami lanjut ke Istana Kerajaan. Nah ini adalah foto-foto yang diambil di Istana Kerajaan Phnom Penh. Saya ke sana hanya berdua dengan Kak Andis Erawan, kawan kuliah saya di Unika Atma Jaya Jakarta. 













Kamis, 01 April 2021

Dinner at Tokyo Belly, Setiabudi One, 4 November 2020 with HIMA Perbanas Institute 2017

Pengurus HIMA Perbanas Institute kala itu
(November 2020)


Khoi, bendahara HIMA Perbanas Institute kala itu


Cindy, Ketua HIMA Perbanas Institute kala itu

Bunga dan Cindy,
 Sekretaris dan Ketua HIMA Perbanas Institute kala itu


Setelah sekian lama ga makan di Tokyo Belly akhirnya makan di sana lagi rame rame dengan mereka, anak HIMA Perbanas Institute angkatan 2017, ada ketuanya Cindy, sekretaris Bunga, bendahara Khoiriah, dan pengurus yang lain ada Richa, Amanda, Mutia, Trias, dan Ghifari. Cuma Salsa nih ga ikutan. Mudah-mudahan setelah lulus nanti tetap bisa keep in touch dan sesekali meet up baik banyakan maupun dikitan. Semoga kita semua sehat selalu, itu kan yang paling penting, aamiin 😇



😋

Rabu, 10 Februari 2016

Trust Yourself You Can Do It

How do you think you can motivate other persons to have the willingness to learn English or other foreign languages? Well, I could never have imagined that there were such ways to keep motivating my students. I just learned from the experience that sometimes I was successful enough, but sometimes it’s still difficult to do. No matter what, just give it a shot :)
Once, I taught this student, many years ago I think, well I don’t remember, but I do still remember how he was very angry and disappointed because at that time he thought that English was very difficult for him. Even though he already tried to learn it, he still failed and he complained me, why he was accepted as the student at that school where he belonged to at that time if actually his English score was not good enough to fulfill the requirement to enroll the school which finally demanded him a lot to master English. For a second I was stunned, trying to figure out what I should answer him, because I could see that he was very afraid of this demand (finishing his English class with minimum score meanwhile he thought it was very difficult for him to learn it). I was in junior year working as a teacher at that time and I eventually just told him, “Well, you are already here now. You have the opportunity to learn English with me and I promise you that English will be very important and useful for you, especially for your future. You just need to be patient, don’t be afraid, trust me you can do it and of course, don’t forget to pray.”
I couldn’t do a lot at that time, that’s all that I could do and I realized that the presence of me as my student’s facilitator in the class is not only about transferring my knowledge but also motivating them, reminding them to keep their spirit high, and being there for them when they have their problems.

Years after that, even a couple months ago, I still met him on the social media, and he admitted that he finally realized how English’s very useful for him now and he’s very grateful for our meeting in the past. I also thank him for being patient enough to struggle with English and trusting for all I said.
It’s a happy ending story at the end.
Smile! ^_^
Picture Source: http://www.keepcalm-o-matic.co.uk/p/trust-yourself-you-can-do-it/

Minggu, 31 Januari 2016

Sakit Mata dan Efek Obat Lameson

Jadi berawal dari cerita radang mata di postingan gue sebelumnya. Tanggal 3 atau 4 Januari 2016 gue merasa ada yang ga beres dengan mata gue, dia agak merah dan agak nyeri. Tanggal 6 Januari akhirnya gue pergi ke dokter mata pertama, dikasihnya gue obat Tarivid Ophtalmic Solution. Tanggal 8 Januari, 2 hari setelah pemakaian obat tersebut gue ngerasa kondisi mata gue ga membaik, dia malah membengkak, berair, tambah sakit dan tambah merah. Akhirnya 9 Januari gue hentikan pemakaian obat, cuma ga langsung ke dokter karena gue pikir di RS mata yang mau gue datangi dokter matanya ga ada yang praktek Sabtu dan sore. Akhirnya Senin, 11 Januari 2016 barulah gue ke RS Mata Aini dan bertemu dokter Purbo Widodo yang siang itu untuk bertemu dengannya gue harus antri 3 jam, sampe ngantuk gue nunggunya. Saat itu dokter kasih gue 2 macam obat tetes, Cendo Xitrol (dosis 5 kali tetes/hari) dan Cendo Tropin (dosis 2 kali tetes/hari), lameson 16 mg, dan vitamin b12. Tanggal 14 Januari, saat gue sidang thesis alhamdulillaah kondisi mata udah lebih baik sehingga gue ga perlu merem merem ga jelas saat ketemu dosen. Sabtu, 16 Januari gue datang lagi ke dokter, dosis obat mulai dikurangi, tapi dokter ga bilang apa apa tentang efek obat. Tapi selama beberapa minggu ini yang pasti gue rasain adalah mood gue ngaco banget, masa sehari sehabis gue sidang thesis gue malah berasa sedih buangeeeet, terus minggu lalu pas gue haid, biasanya gue haid itu bisa banyak eh ini cuma sedikit sedikit, satu lagi yang sangat signifikan adalah badan gue sering berasa panas dan kalau di rumah melah sering kegerahan alhasil tidur kebangun mulu kudu ganti baju karena keringat yang ga kayak biasanya.Tapi gue pikir semua itu muncul karena hormon biasa atau malah karena cuaca yang ga jelas, kadang panas, kadang dingin, eh ternyata oh ternyata, gue baru tahu kalo lameson itu punya efek samping yang luar biasa. Gue baca di sini tentang efek dari lameson itu, yang ternyata beberapa di antaranya kejadian sama gue. cah elah... pantesan.... gue udah keburu su'udzon sama cuaca aja tuh. alhamdulillaahnya sih dosis lameson dan obat lain udah diturunin banget sama dokter, bahkan akhir pekan besok kata dokter semua obat sudah boleh distop karena kondisi mata gue yang udah makin pulih. Ya.... walaupun akhirnya ada yang keteteran ngerjainnya karena gue jarang buka laptop, ga apa apa deh yang penting mata gue sembuh dulu. Mudah mudahan pihak kampus bisa ngerti.

Ah udah ah, cape, hehhehehe

Jakarta, 31 Januari 2016

Selasa, 12 Januari 2016

Radang Mata


Cerita dari mana ya gue? Fine, dari hari hari pertama berasa mata gue rada nyeri dan mulai merah urat uratnya. Lalu dua hari dari situ gue bawa periksa mata kanan gue di dokter di RS Swasta dekat rumahku di daerah Rawasari. Dua hari kemudian gue merasa mata gue malah bengkak dan berair, akhirnya obat gue stop dan mata gue bener bener ga nyaman rasanya. Dua hari kemudian hari Senin barulah gue bawa periksa lagi mata gue itu di Aini. Kalau dokter di RS daerah rumah bilang mata gue iritasi, nah pas di Aini mata gue dibilang radang.  Dari dokter di Aini gue dikasih 2 obat tetes dan 2 obat minum. Alhamdulillaah I feel better. Mudah2an habis ini sembuh ga sakit apa apa lagi sampe selamanya.  Bisa? Atas kehendak Allah apapun bisa terjadi. Ok, kalian jaga kesehatan ya :)

Pramuka, 13 Januari 2016

Sabtu, 19 Desember 2015

Ga Tau Mau Ngomong Apa

Kadang ada aja kejadian yang sebenernya kita ga mau kejadian itu terjadi atau ada tapi ternyata dia harus ada. Seperti saat ini, kejadian yang membuat gue gundah gulana dan terus bertanya, kenapa sih Tuhan, kenapa, tapi yaaa mungkin Tuhan pikir I deserve this. Gue percaya Tuhan lagi liat gue, Dia lagi liat gue lagi ngapain, itu kalo gue lagi nyadar, kalo lagi nyadar yaa akhirnya banyak banyak istighfar sambil yakin yang saat ini bikin gundah akan lewat walau ga tau dalam waktu berapa lama. Mau cerita kadang juga ga tau mau cerita sama siapa, ga guna juga kali, jadi ya ceritanya gini aja di sini, serius ga tau mau ngomong apa, yang gue tau gue harus kuat apapun yang bikin gundah gue harus bisa tetep mikir normal, ga bikin hal hal konyol dsb dsb, banyak istighfar, baca Quran dsb. C'est la vie :)

Jakarta, 19 Desember 2015

Jumat, 04 Desember 2015

Pemimpin dan Hati Nurani

Hari ini langit mendung dan saya bersuka cita karena saya lebih suka suasananya, adem, dingin, dan tidak akan ada matahari yang membuat saya penuh peluh saat berjalan kaki.  Oooh…ternyata tidak hanya mendung, hujan turut menemaninya, walau tidak deras, dan tidak lama, tapi cukup membuat suasana teduh.

Semua berjalan baik, hingga saya membuka laman sebuah kampus di Jakarta yang mengadakan lomba menulis artikel dengan temaWe are The Future Leader sekonyong-konyong saya merasa tertegun sejenak, berpikir dan bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya sudah menjadi seorang pemimpin? Katanya, pemimpin itu tidak harus memiliki pengikut karena minimal seseorang itu dapat disebut seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Baiklah, jika saya memang adalah seorang pemimpin, apakah saya telah menjadi seorang pemimpin yang baik? Dalam tempo yang begitu cepat saya punya banyak pertanyaan di kepala dan tentunya ada sedikit-sedikit rasa sesal di dalam hati, mengapa di umur sekian rasanya saya masih berada di kondisi saya berada ini, mengapa saya tidak berbuat lebih sehingga saat ini saya sudah mencapai hal yang lebih. Selain pertanyaan, rasa sesal, muncullah rasa tidak puas akan apa yang telah saya lakukan dan saya capai. Walaupun mungkin apabila saya bercerita kepada teman-teman, mereka yang tahu saya lebih lama, mereka ada mengacungi jempol dengan pencapaian saya, menurut mereka apa yang saya capai adalah sudah termasuk luar biasa, namun hati kecil saya menyangkal dan berkata harusnya saya bisa berbuat lebih. Berhenti di situ sejenak.
Saya tertarik ikut dalam kontes menulis dengan tema We are The Future Leader  tidak untuk mendapatkan hadiahnya, namun lebih karena saya ingin tulisan saya dapat dibaca dan bermanfaat untuk teman-teman pembaca. Saya ingin menuliskan begitu banyak hal, tapi saya harus cukup tahu diri bahwa makin ke sini waktu orang semakin sedikit, sehingga rasanya tulisan tentang We are The Future Leader  tidaklah perlu dibuat panjang lebar dan rumit.
Kawan, saya pernah mendengar bahwa mereka yang sukses dan pada akhirnya lahir sebagai pemimpin yang benar-benar pemimpin adalah mereka yang memulai usaha mereka dengan niat membantu orang lain. Mereka memulai perjalanan kepemimpinan mereka dengan niat mulia bahwa mereka ingin menolong. Merekalah pemimpin yang memiliki hati nurani, tidak hanya pemimpin yang memikirkan diri sendiri dan keluarganya, atau bahkan kawan-kawan terdekatnya. Pemimpin yang baik adalah mereka yang rela berkorban untuk pengikut-pengikutnya, berani membela yang benar dan menghukum yang bersalah, dan berani juga bertanggungjawab atas kelalaian dan kesalahannya. Patut kita sadari, tidak lah mudah menjadi pemimpin karena pada hakekatnya tidak ada manusia sempurna, begitu pun pemimpin. Pemimpin, atau seseorang yang pada akhirnya bergelar pemimpin pastinya pernah juga mengalami pengalaman buruk atas kelalaian dan kesalahannya tadi, atau secara tidak langsung pengalaman yang dialaminya dan mau tidak mau membuatnya terlibat dalam sebuah masalah. Inilah yang kemudian membedakan, bagaimana menghadapi masalah sebagai bagian dari pengalaman hidup, apakah sekedar disesali atau kemudian diambil pelajarannya untuk menjadikan dia seorang yang lebih baik, karena seorang pemimpin pun harus mampu merendahkan hatinya dan mau berintrospeksi diri. Untuk semua itu, bercermin diri, introspeksi diri, tidak memikirkan diri sendiri, rela berkorban untuk pengikut pastinya, berani membela yang benar dan menghukum yang bersalah membutuhkan hati nurani. Marilah kita masing-masing melihat hati nurani kita. Mari kita mulai dari diri sendiri, berusaha menjadi individu yang lebih baik sehingga orang-orang di sekitar kita pun merasakan kebaikan yang kita miliki, dari situ barulah pelan-pelan kita berusaha membantu mengurangi beban orang lain, baik dengan ucapan, tulisan, pergerakan tangan,  hingga pergerakan yang lebih besar yang dimulai dari hati nurani. In shaa Allah dengan niat baik dan diawali dari hati nurani, akan muncul pemimpin-pemimpin baru yang mampu memajukan bangsa ini, tidak hanya dari segi materi dan ekonominya, juga jiwanya.
Salam semangat dari saya, semoga tidak hanya ilmu dan harta yang berlimpah yang kita miliki, tapi juga hati yang luas dan jiwa besar yang siap membawa bangsa ini menjadi lebih dari yang dicita-citakan pemimpin kita terdahulu.
Jakarta, 11 Maret 2014
Adelina Fauzie

Rabu, 02 Desember 2015

Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Sebuah Perubahan Menuju Kebaikan

Menurut sebuah hadits, hati manusia seperti kita ini sangat mudah terbolak balik, bahkan lebih cepat dia terbolak balik dibanding air yang sedang mendidih di dalam sebuah bejana, karena itu supaya hati kita ini selalu baik kondisinya, selalu ingat pada Allah misalnya, selalu ingin melakukan kebaikan, selalu mau menjauhi kemunkaran, selalu berpikir positif tentunya kita harus minta kepada Sang Maha Pemilik Hati, Pemilik hati kita ini bukanlah kita, namun Sang Maha Pencipta, Allah Yang Mahaesa, Allah SWT. Allah jualah yang mampu membolak balikkan hati ini, sebab itu ada pula doa doa yang kita patut panjatkan untuk meminta kepadaNya agar senantiasa diberi hati yang kerap taat kepadanya, selalu tegak di atas agama, begini bunyi doanya, ”

“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad dinika wa ‘ala tho’atika”.
“Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu”.

Tidak mudah, tentu saja tidak mudah, doa kita pun belum tentu langsung dikabulkan, masih saja godaan datang bertubi tubi, godaan yang kadang membuat kita lupa akan Yang Mahapunya. Contohnya kita ini kan dilarang beghibah, tapi kalau sedang dengan teman teman pasti ada saja berghibahnya, eh tapi ya, bergantung teman kita juga loh, jadi kalau kita mendekatnya dengan yang senang berghibah ya bisa saja kita pun jadi ikut-ikutan, tapi kalau kita dekat dengan orang yang tidak suka berghibah insyaa Allah walaupun kita biasanya suka berghibah bisa loh pas ketemu teman itu sama sekali tidak berghibah alias ngomongin orang. Lah terus apa yang diomongin, ya hal hal lain misalnya bercerita tentang pengalaman atau membahas rencana yang tentunya tidak menyentuh kehidupan orang. Ya namanya juga usaha, usaha untuk tidak berghibah. Kita  sekarang mulai berniat ya semoga di setiap pertemuan dengan siapapun, kita selalu dipertemukan dengan orang orang yang hatinya juga condong kepada Allah sehingga mereka pun adalah yang berusaha melakukan yang terbaik di dalam hidupnya, termasuk berusaha menghindari ghibah. Bismillaah, insyaa Allah niat kita untuk berubah menuju kebaikan dan menomorsatukan Allah diridhoiNya, ingat, Allah itu Yang Mahatahu, Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar. Insyaa Allah hal hal baik yang terniatkan tersembunyi di dalam hati sekalipun Allah tahu.
Catatan ini ditulis di Jakarta, 14 November 2015 dalam kondisi pikiran banyak isinya, maunya banyak, mau nulisnya juga banyak, tapi sementara baru ini saja yang mampu dituangkan. Mudah mudahan nanti akan menulis lagi tentang banyak hal yang ada di kepala ini yang kiranya bermanfaat untuk kita semua :)

Sabtu, 17 Oktober 2015

Bunga Mawar Lambang Persahabatan




Bunga mawar di taman saatnya mekar,
warna warni warnanya tampak indah sebelum memudar
Bunga mawar beragam warna bermakna lembut dan sangar,
Warna warni ada putih, merah, kuning, cerah bagai pendar.


Jakarta, 17 Oktober 2015