Ini adalah sebuah tulisan lama, silahkan disimak.
Iseng Nulis: Tipe Mahasiswa Saat Ujian
Ini
bukan tulisan serius karena kebetulan lagi pingin nulis aja and gw gak
tau mau nulis apa. Males mau nulis yang berat-berat takut juga nanti
teman-teman pada bosan. So, topik malam ini adalah tentang mahasiswa.
Bicara
tentang mahasiswa, sebenernya gw bisa cerita dari sudut pandang gw
sebagai mahasiswa atau pun gw sebagai pengajar (gak terlalu suka pakai
kata dosen, rasanya terlalu gimana gitu, hehehe) Tapi untuk malam ini
mari silahkan disimak cerita gw tentang mahasiswa dari sudut pandang gw
sebagai pengajar. Kebetulan tadi pagi ada satu kelas berisi 28 mahasiswa
yang baru saja ujian, jadi ya bisa lah gw ambil sedikit-sedikit dari
apa yang terjadi tadi pagi.
Sebelumnya gw perlu sampaikan
bahwa menurut gw nih, saat ujian adalah saat di mana mahasiswa akan tahu
bahwa gw termasuk salah satu pengajar yang sangat benci dengan yang
namanya ketidakjujuran alias aksi mencontek. Jadi seandainya gw sedang
bekerja sebagai pengawas ujian gw akan betul-betul berusaha untuk
mengawas dengan sebaik-baiknya krn menurut gw, aktivitas mencontek bisa
terjadi karena adanya kesempatan, sehingga gw sebagai penagawas harus
memastikan bahwa mereka memang sedang diawasi sehingga memang kesempatan
tidak muncul dengan seenaknya.
Okay, sekarang mari gw
coba ceritain ke kalian mahasiswa macam apa saja yang sering gw temui di
kelas. Yang pertama itu adalah mahasiswa pintar, rajin dan yang pasti
siap dengan ujian. Yang selanjutnya adalah tipe mahasiswa yang mungkin
pintar, rajin, tapi tidak terlalu siap, paling tidak ketika menjawab
tidak selancar yang siap. Sementara, tipe mahasiswa ketiga adalah yang
tidak bisa karena memang kelihatannya sih tidak belajar. Dan yang
terakhir adalah mereka yang anteng, tapi gak jelas bisa atau ngganya,
hehehe.
Mahasiswa pintar, rajin, dan siap dengan ujian, gw
biasanya bisa percaya pada mereka bahwa mereka gak akan rusuh saat
ujian, yang ada malah mungkin teman-teman mereka yg tidak siap yg
kemudian akan sibuk mengganggu mereka dan menjadi awal kericuhan di
kelas saat ujian. Akibat terlalu sering mengalami ini akhirnya gw senang
memindahkan mahasiswa atau istilah gw mengamankan mereka yang menurut
gw beresiko untuk diganggu, sehingga mereka tidak berada dekat dengan
mereka yang kelihatannya tidak bisa. Sangat subjektif mungkin, tapi
paling tidak gw sudah melakukan sesuatu dan yang pasti gw gak
asal-asalan deh menilai mereka. Toh UTS biasanya dilakukan seteah
pertemuan ke-7 sehingga sedikit-sedikit gw udah tahulah mahasiswa gw itu
seperti apa. Nah untuk mereka-mereka ini biasanya gw perhatiin sih
ngerjain ujiannya lancar, tenang, ga banyak bengong, dan pertanyaan
beres dijawab semua. Walaupun kadang-kadang tebakan gw suka meleset, tp
seringnya bener, heheheh...
Nah, kalo tipe mahasiswa
kedua, ada tuh mahasiswa yang keliatannya rajin, pinter, tp pas ujian
ternyata gak siap, iya mungkin kebetulan belajarnya gak maksimal. So
kalo untuk anak-anak macam ini, mereka suka keliatan agak gelisah, tp
sebenernya lama-lama sih bisa, cuma butuh waktu agak lebih lama dari
tipe pertama. Sama seperti tipe pertama, mahasiswa semacam ini masih
bisa dipercaya, mereka ga akan neko-neko:) Paling-paling mereka celingak
celinguk sejenak, tapi gak lebih dari itu, beda lah pokoknya dengan
tipe yang selanjutnya, yaitu tipe ketiga, yang suka bikin rusuh,
hohoho...
Tipe ketiga adalah tipe yang gw harus hati-hati
dalam mengawasinya, krn tipe yang seperti ini yang biasanya mengganggu
kedamaian kelas. Mereka adalah mahasiswa yang emang di kesehariannya
juga kelihatan biasa-biasa saja, motivasi belajar tidak terlalu tinggi,
bukan tipe pelajar keras lah. Nah model-model seperti ini nih yg
ngedorongnya pun susah banget (mobil mogok kali... :p ). Udah
kemampuannya kadang di bawah rata-rata, eh pake males-malesan pula. Apa
yang terjadi pada saat ujian? Mereka akan banyak diam, celingak
celinguk. Ada juga yang pura-pura ngerjain soal dengan serius, padahal
mata ngelirik kanan-kiri dan gw biasanya dengan senang hati pada
akhirnya menyuruh mereka tukar tempat duduk atau kalau masih ada kursi
kosong tinggal gw suruh pindah. Kadang ada beberapa yang menolak dan
ogah-ogahan, tapi kebanyakn sih nurut. Gw suka bilang, "Kamu pindah ya
tempat duduknya, biar hatimu lebih tenang." karena biasanya gw
mindahinnya gak tanggung-tanggung, ke bangku kosong di sudut, di depan
yang di kanan kirinya ga ada bangku lain, hahaha... bair aja deh, biar
rasa. Anak-anak begini nih yang bikin dilema. Tapi soal dilema biarlah
itu jadi lain cerita, karena akan terlalu panjang kalau dibahas di sini.
Yang
terakhir adalah tipe mahasiswa pendiem karena gak jelas bisa atau
ngganya. Kadang yang seperti ini suka agak menipu. Awalnya gw pikir
mereka bisa, tapi ternyata, o ow... ketika kertas ujian diperiksa,
hasilnya bikin gw ngurut dada. Antara kesian gak tega, tapi juga gw tak
bisa berbuat apa-apa. Walhasil, mahasiswa macam ini juga terancam agak
susah lulusnya.
Ketika ujian selesai alias sudah habis
waktunya, gw akan dengan segera menyuruh mereka berhenti bekerja dan
mengumpulkan hasil ujian yang ada. Alhamdulillaah yang tadi pagi gak
ribet, karena kadang, ada aja loh mahasiswa yang ngeyel, gak
ngumpul-ngumpulin sampe harus diancem, "Kalo saya sudah keluar kelas,
saya gak akan terima kertas ujian kalian yaa." ya, kuarang lebih semacam
itu lah, baru deh tuh rame-rame pada buru-buru ngumpulin kertas
ujiannya. Hehehe... Emang deh orang di mana-mana sama aja, kalo udh
diancem baru deh sigap n takut. hahaha, kok jadi inget kejadian di bis
kemaren ya? ah tapi itu mah beda kasus:p
Yo wes lah, jadi
tentang tipe mahasiswa tadi ya begitu lah adanya. Oiya, ini kasusnya
untuk mahasiswa di kelas bahasa loh ya, kalau untuk di kelas lain yang
isinya hafalan, waaah, itu mah lain lagi ceritanya. Beda uniknya, karena
bisa pake cerita model contekan segala. Bisa dibuat ceritanya di
tulisan yang lain. Ada yang berminat menuliskannya? Kalau ya, yuk mbok
silahkan dishared ditagged juga ke gw.
Cinere, 29 Oktober 2010, almost midnight;)