Senin, 12 Mei 2014

Motorcycle Taxi to the Airport? Why not? ;)

Have you been to Jakarta? Jakarta is the capital city of Indonesia, one of south east Asia countries. I live here, in this crazy city. Why do I call it a crazy city because it's a very crowded city with is worst traffic jam ever and bad public transportation system. I'm being honest to you because that's the fact. Even I, my friends, who live in this city admit it, that this city has been getting crazier recently.

The worst traffic jam that Jakarta people need to face does not only happen in rush hours, but also at every hour you travel its roads, especially main roads, therefore in Jakarta motorcycle taxi service is being very popular and becomes people's favorite public transportation when they get trapped in the traffic jam or they are in a rush, for example when they need to be at the office very soon or they need to catch the plane at the airport which is far from the center of the city. The picture I show you here is a sign, a kind of offer written by these motorcycle taxi riders. They offer people their service to take them to the airport by using their motorcycle. The one amazed me here, the distance where they put this sign (it is in Kuningan area in Jakarta) is around 33 km to the airport. Wow.... I've never traveled that far by motorcycle, and I think it's quite a distance you know... But, because they need to compete the time, so whatever it takes :)

Interested to try? Not me... I better spare time coz I dont wanna catch a cold because of the wind and weather I need to deal with during the journey to the airport, let alone the rain :D

Jakarta, 13 May 2014

Sabtu, 04 Januari 2014

Tentang Mendengar Kata Hati

Ini adalah sebuah tulisan lama, sudah pernah kutaruh di note FB sebenarnya. Tapi seperti sudah kubilang di dalam tulisanku sebelumnya, aku akan memindahkan banyak tulisanku ke sini, karena memang keputusannya di sinilah yang akan menjadi tempat utama kumenaruh ceritaku, dan juga terdorong karena membaca tulisan seorang teman yang kurang lebih bercerita tentang hal yang sama. Hmmm...

----

Dulu, kala ayah hendak dijemput di tempat,
Kadang beliau bertanya tentang sosok yg Nurul tak lihat.
Entah, apakah itu tanda?
atau kita pikir mereka bercanda.
Itu Nurul punya kisah,
Aku ada di tempat terpisah.

*Nurul--- Nurulita, adik perempuanku satu-satunya.
---

Sepuluh hari setelah kumenulis tentang Mba Dina dan sakitnya di catatanku ini (baca: http://namakuadelina.multiply.com/journal/item/130) aku menerima sms kepergiannya, dan entah, aku merasa memang itu adalah waktunya. Apakah ada rasa berbeda yang menjadi tanda? Mengapa baru menjelang dirinya pergi aku menjenguknya? Ada dorongan bahwa aku memang harus menjenguknya saat itu, tapi tidak di masa yang lalu, yang juga dia terbaring di rumah sakit di atas tempat tidurnya. Memang mendengar kata hati adalah yang terbaik untuk kita, tanpa perlu bertanya mengapa ada rasa seperti itu tiba-tiba.

Dulu, hampir 2 tahun yang lalu, menjelang ibu pergi pun ada rasa-rasa seperti itu, yang sebenarnya mungkin adalah tanda, tapi aku tak mendengar kata hatiku, sehingga ada sedikit sesal di dada. Tidak hanya aku, tapi juga adikku merasa yang berbeda tiba-tiba. Bahkan sejak 2 minggu sebelum kepergiannya, aku merasa aku harus lebih lama berada di rumah bersamanya, aku yakin itu bukan kebetulan, tapi memang Yang Kuasa memberi tanda.

Sama seperti halnya Selasa, 7 Agustus 2007, sore hari sebelum ayah pergi malam harinya, aku sempat berkata sesuatu yang tidak biasa kepadanya, walau tak dapat dia mendengar dengan segala keterbatasannya. Apakah itu semua tanda? Aku pikir iya.

Kata hati, yang menguatkan tanda itu. Itulah mengapa aku memaksa diriku untuk menjenguk Mba Dina selagi aku bisa. Walau tidak pada saat-saat terakhir, namun tanda itu datang pada waktunya dan aku mendengarnya. Ingat betul aku waktu aku datang saat itu, aku bilang kepadanya, "Maaf Mba Dina, aku baru datang." Lalu dia menjawab, "Tidak apa-apa, belum terlambat."

Teruntuk Ibu, Ayah, Mba Dina, dan mereka yang telah pergi,

ya Allah, Ampunilah mereka (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah mereka dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburnya, mandikan mereka dengan air salju dan air es. Bersihkan mereka dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), dan masukkan mereka ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka, aamiin.

Cinere, 31 Januari 2011

Minggu, 29 Desember 2013

An Intro and A Welcoming Note to Visitors of This Blog: Can We Call It a Diary?

Can we call this blog written randomly as a diary? Well, for me, I can write anything and if it is a diary, when I had my diary, the hard copy one in the past, it's never been read by people because it's kinda a secret. But in this era of technology, most of the stories that people have are shared and responded by readers. The question is for the writers themselves, are they ready to share, or do they want to be publicly known by other people or not, because if not, they better keep their stories in their "notebook" and some of them have them locked and saved in a very specific place to be hidden so other people wont be able to read it, hahahahaha... Psssst... It's a secret.

Well, anyway, the ones you will read on this blog of mine, of course it's not called a secret anymore. The diary here is opened for public. You may read, you may comment or respond. In fact, it's been created since November 2009, but I have not much yet posted here. Here are the reasons, I have Facebook notes, I had Multiply and also the other blogspot, hihihihi, which I just realized that I own these so many places to write after a friend had reminded that I should start writing on blog again. After thinking, I decided to just use this one, because it's like starting from zero again. But because I have no lots of new things, I will just move some notes from other sources first to this blog. Hope though those notes are old, they are still interesting enough to be read.

Finally, I welcome you to my blog, adelinguist.blogspot.com. Hope, not only entertaining you but also getting more knowledge will be the benefits of reading my writings.

Cheers,

Adelina

Pramuka, Central Jakarta, 30 December 2013.

Teruntuk Ibu dan Ayah Terkasih di Hari Ulang Tahun Perkawinanmu

Air mata kerap menetes
Mengingatmu berdua yang membuatku ada

Ingin ku mengulang masa-masa kita bersama agar dapat berbuat lebih banyak dan membuatmu tertawa.

Tapi itulah manusia, seringnya menyesal saat sudah kehilangan yang dialaminya, semoga menjadi pelajaran untuk mereka yang masih memiliki orang-orang yang disayanginya.

Ibu, Ayah, beberapa tahun kita tidak bersama, resah gelisah kerap kurasa, sanggupkah kujalani dengan baik kehidupan dunia tanpa kalian dan doa-doa yang selalu dipanjatkan kepadaNya karena kutahu Ibu dan Ayah lah yang paling tulus doanya untuk anak-anak tercinta.

Banyak sekali cerita yang ingin kusampaikan kepada kalian berdua, cerita suka dan duka tentang yang fana dan seringkali tidak terduga.

Bu, in shaa Allah sholat tak kutinggalkan, sesuai nasihatmu selalu, yang wajib diperbaiki, yang sunnah ditambahkan. Mengajiku pun lebih lancar, tidak lagi terbata-bata seperti dulu, alhamdulillah, hidayah pun datang dan aku hijrah.

Yah, in shaa Allah membantu orang saat kubisa membantu tetap kulakukan walau kadang ada saja orang tak tahu berterima kasih, namun kuingat semua harus ikhlas karenaNya, jadi jangan pikirkan terima kasih karena harapan akan terima kasih itulah malah yang akan mengNOLkan amal bantuan yang diberikan.

Akhirnya, kukirimkan doa panjang untuk Ibu dan Ayah berdua. Semoga Allah ampuni dosa-dosa dan Allah maafkan kesalahan yang pernah ada, baik yang disengaja maupun tak disengaja. Semoga semua sahabat juga berkenan memaafkan kekhilafan Ibu dan Ayah selama hidupnya, aamiin.

Seadanya dari saya, seorang anak yang merindu ibu dan ayahnya, berharap dapat bertemu dengan mereka kembali di surga.

Ditulis di Jakarta, 29 Desember 2013
(hari pernikahan Ibu dan Ayah)

Jumat, 27 Desember 2013

Ada Yang Ngajak Kenalan Hehehhehe

Beberapa malam yang lalu di tempat makan diajak kenalan sama cowok, cakep, putih, manis, pokoknya keren deh. Pas gw tanya namanya siapa? Dia bilg “aa” trus gw tanya “aa siapa?” Dia jawab “aa uval” itu seinget gue. Swear! cute banget tuh cowok. Trus gw tanya lagi. “Makan apa? Makan ikan atau??” Dia udah buru2 lari ke bokapnya yang lagi makan juga, hahahaa, emang masih kecil, TK bo’, makanya dia juga ga tau dia makan apa, wkwkwk.. Pasti udah penasaran deh… cowok? Siapa nih… Tapi sungguh emang dia yang ngajak gw kenalan salaman duluan pas gw lagi bengong gtu. Sayang ga foto bareng, hhiihihihi, so sweet. Untung gak kayak sebelumnya, pernah ada, anak cewek, lucu, tau2 dia mendatangi gw dan langsung cubit kedua pipi gw. Takjub… Perasaan dia yang imut, kenapa gw yang dicubit pipinya sama dia ya… Hahahaa.. How sweet and amazing those kids were…Hihihihii Jakarta 27 Desember 2013

Selasa, 03 November 2009

Mencoba Yang Baru

Ini menarik sekali loh, membuat blog baru di sini. Sebelum ini saya sudah punya yang di Friendster http://adelinguist.blog.friendster.com dan Multiply http://namakuadelina.multiply.com.

Harapanku mudah-mudahan paling tidak ini bisa jadi tempat nyimpen data-data dari tulisan yang ada, misalnya dari yang ada di Notes menunya Facebook juga.

Ya sudah, ini kan postingan pembuka saja, tho.